seberapa besar kecintaanmu padaNya?

suatu hari adikku Wahyu bercerita mengenai suatu hal yang makruh kepada salah seorang Profesor
di tempat kuliahnya. Adikku ini berkata dalam bahasa Arab “Bukankah hal itu masih dalam batasan hukum Makruh?”
kemudian Profesor itu menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan pula
beliau berkata: “Jika engkau mempunyai seorang istri yang sangat engkau cintai, kemudian istrimu tidak menyukai/ membenci suatu perbuatan dilakukan didepannya, Apakah engkau masih melakukannya?”
Adikku menjawab “Tentu tidak”
Profesor itu tidak melanjutkan penjelasannya, akan tetapi kita dapat suatu pelajaran
dari pertanyaan beliau sekaligus jawaban dari pertanyaan adikku.

Seberapa besar cinta kita kepada Allah perlu implementasi dalam perbuatan, salah satunya meninggalkan
yang diharamkan dan juga yang makruh untuk dilakukan.

Jika kita mengaku cinta kepada Allah, tinggalkanlah perbuatan walaupun masih dalam cakupan makruh.
dan tentunya mengerjakan perbuatan walaupun masih dalam cakupan sunnah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: