Khawarij

Khawarij
Definisi khawarij
Menurut bahasa, khawarij adalah bentuk jama’ dari kata kharij yang artinya orang yang keluar. Karena keluarnya mereka dari jama’ah dan dari imam kaum muslimin.
Menurut istilah, makna khawarij yang rajih (unggul) adalah suatu nama yang dikhususkan untuk kelompok yang keluar dari keimaman Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu saja.
Imam Al-Asy’ariy berkata : “faktor yang menyebabkan mereka disebut khawarij adalah karena mereka keluar dari kekhilafan Ali bin Abi Thalib.”

Imam ibnu Hazm menambahkan bahwa istilah khawarij itu dinisbatkan juga kepada semua kelompok atau pecahan yang dahulu keluar dari Ali bin Abi Thalib atau yang mengikuti paham mereka, kapan pun itu terjadi.

Munculnya khawarij
Firqah ini muncul ketika mereka keluar dari peristiwa tahkim antara Ali dan Muawiyyah Radhiallahu ‘anhuma.

Sebab-sebab keluarnya khawarij
1. Perbedaan pendapat tentang masalah khilafah. Ini adalah kemungkinan penyebab yang paling kuat, dikarenakan seseorang tidak berhak menjadi khalifah sebelum memenuhi criteria yang mereka tentukan.
2. permasalahan tahkim.
3. Para penguasa yang dzalim.
4. Ashabiyah qabilah (fanatic terhadap kelompoknya)
5. Urusan perekonomian seperti kisahnya khuwaisirah yang menuduh Rasulullah tidak berbuat adil dalam membagi harta ghanimah.
6. semangat keagamaan.

Pemikiran-pemikiran khawarij
1. Mereka berkata dengan menggunakan ta’wil dan hanya melihat dhahir nashnya saja.
Ibnu Abbas, Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim berpendapat :”mereka adalah orang-orang yang suka menta’wilkan ayat sesuai dengan hawa nafsu mereka. Dan telah nyata kesesatan mereka ketika menganggap bahwa ta’wilan merekalah yang dimaksud dalam Nash.
Al-asy’ariy dalam maqalahnya berkata : “mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap dalam urusan ini, ada yang melihat nash secara dhahir dan ada juga yang menta’wilkan nash menurut hawa nafsunya.”
2. Pelaku dosa besar menurut mereka adalah kufrun minal millah (keluar dari Islam)
Imam Al-Asyariy berkata dalam maqalatnya:” orang-orang khawarij bersepakat bahwa orang yang menyelisihi mereka dihalalkan darahnya, kecuali firqah pecahan ibdiyah (khawarij Ibadiyah) mereka tidak berpendapat seperti itu kecuali kepada sultan.

Sifat-sifat Khawarij
1. Suka mencela dan menganggap sesat.
2. Berprasangka buruk
3. berlebih-lebihan dalam ibadah
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca al-Qur’an, bacaan kalian tidak sebanding dengan bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikit pun. Dan tidak pula shaum kalian sebanding dengan shaum mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)
Imam Nawawiy berkata : “Yang dimaksud mereka tidak mendapatkan bagian kecuali hanya dalam lisannya saja dan tidak sampai tenggorokan apalagi sampai ke hatinya adalah karena yang dituntut dalam membaca al-Qur’an adalah memikirkan dan mentadaburinya sampai meresap ke dalam hati.”
4. Keras terhadap kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka.
5. Sedikit pengetahuan mereka tentang fikih.
Imam Bukhari berkata:”Adalah Ibnu Umar menganggap mereka sejelek-jeleknya makhluk Allah.” Dia berkata mereka mendapati ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang kafir lalu mereka jadikan untuk orang-orang yang beriman”(fathul bari XII/350)
Sebagian pendapat khawarij adalah ta’wil mereka tentang Qur’an surat al-Maidah:44 yang artinya:”Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.”
Bersama dengan ayat tersebut dibaca juga :”Namun orang-orang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Rabb mereka.” (Al-An’am:1)
Oleh karena itu jika mereka melihat seorang imam menghukumi dengan tidak benar, mereka akan berkata ia telah kafir, dan barang siapa yang kafir berarti ia telah menentang Rabbnya dan telah mempersekutukanNya, dengan demikian dia telah musyrik. Dan diharuskan bagi mereka melawan dan memeranginya.
6. Muda umurnya dan berakal buruk.
Rasulullah bersabda :” Akan keluar suatu kaum pada akhir zaman, umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari perkataan sebaik-baik manusia, iman mereka tidak melebihi kerongkongannya (tidak masuk hati), mereka terlepas dari ad-Dien seperti terlepasnya anak panah dari busurnya.” (HR. Bukhoriy :6930).

Kafirkah khawarij ?
Ada beberapa pendapat dalam mensikapi orang-orang khawarij diantaranya :
1. Sebagian ulama menghukumi mereka kafir.
Syeikh Taqiyudin as-Syubki berkata :”orang yang mengkafirkan khawarij dan rafihdah berhujjah dengan sikap mereka yang mengkafirkan para shahabat sehingga menyelisihi kesaksian Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bahwa mereka adalah ahlul jannah.
2. Sebagian yang lain menghukuminya fasiq, ahlul bid’ah dan ahlul bagyi (pemberontak).
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :”Mereka adalah orang-orang yang memerangi Amirul mukminin dan para shahabatnya. Salaful ummah dan para imam sepakat dalam memerangi mereka karena perintah Nabi Muhammad untuk menghilangkan kejelekan dari kaum muslimin, akan tetapi para shahabat tidak mengkafirkan mereka bahkan Ali bin Abi Thalib mengharamkan harta dan budak mereka serta tidak menghukumi mereka sebagai orang murtad seperti Musailamah beserta para pengikutnya. (minhajussunnah v/241)
Sa’ad bin Abi Waqqas menggolongkan mereka kedalam firman Allah surat al-Baqarah 26-27. beliau menghukuminya sebagai orang fasik dan tidak mengkafirkan mereka. Kesesatan mereka itu tidak lebih disebabkan karena mereka merubah al-Qur’an dari tempatnya. Dan menta’wilkan dengan makna yang tidak dikehendaki Allah.
Ada juga berkata :”Mengkafirkan seseorang bukan persoalan remeh, harus betul-betul ada bukti yang nyata dan setelah ditegakkannya hujjah, oleh karena itu para ulama menganggap khawarij fasiq, disebabkan mereka masih menjalankan ajaran ad-dien, walaupun mereka mengkafirkan orang-orang muslim itu karena mereka berhujjah dengan al-Qur’an dengan ta’wilan yang tidak benar. Para salaf pun dulu berinteraksi dengan mereka seperti berinteraksi dengan orang-orang muslim, dan tidak memperlakukannya seperti orang kafir.
Akan tetapi bukan berarti mereka (ulama) tidak mengkafirkan sebagian sekte khawarij yang layak untuk dikafirkan seperti :
a. Bada’iyah : yang berpendapat shalat itu hanya satu raka’at di pagi hari dan satu raka’at di sore hari.
b. Maimuniyyah, yang memperbolehkan menikahi mahram dan menngingkari surat yusuf termasuk salah satu surat dalam al-Qur’an. Karena menurut mereka surat yusuf mengisahkan tentang cinta dan Asmara. Padahal al-Qur’an itu semuanya serius tak ada persoalan seperti itu.
c. Yazidiyah, yang berkeyakinan bahwa Allah akan mengutus Rasul dari kalangan ‘Ajam (non Arab) yang akan menghapus syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menerangkan bahwa mereka mempunyai dua sifat yang masyhur di kalangan mereka yaitu :
1. Keluarnya mereka dari As-Sunnah
2. Mereka mengkafirkan orang-orang yang berbuat maksiat yang menghantarkan mereka kepada penghalalan darah orang-orang muslim dan harta mereka serta menjadikan Negara yang mereka tempati sebagai daarul kufri (Negara yang boleh diperangi).

Wallahu ‘alam bish shawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: