Biang Firqah Menyimpang

Ummahatul firaq (Induk golongan-golongan sesat)

Sebenarnya tumbuhnya firqah-firqah dalam islam pada zaman sekarang ini tidak terlepas dari firqah-firqah sesat induknya yang telah muncul lebih dahulu. Diantara mereka ada yang menggunakan persis sama sebagaimana nama firqah induk mereka, dan ada juga yang merubah nama akan tetapi hakikatnya tetap sama dalam segi fikrah dan akidahnya.
Imam As-Syatibi menegaskan dengan perkataannya: “Para Ulama berpendapat bahwa ushulul bida’ (pokok-pokok bid’ah) itu ada empat, dank e tujuh puluh dua golongan yang ada bermuara pada empat firqah ini, diantaranya : Khawarij, Rafidhah, Qadariyyah, dan Mur’jiah”
Sebagian ulama menambahkan firqah lain dari empat firqah di atas, yaitu :
1. Jahmiyyah
2. Jabariyyah
3. Mu’tazilah
4. Najjariyyah

Kafirkah mereka?
Ketujuh puluh dua golongan sesat tersebut memang mendapatkan ancaman neraka sesuai dengan keterangan yang disapaikan oleh Rasulullah saw. Namun bukan berarti mereka telah keluar dari Islam dan dinyatakan Kafir, karena beberapa sebab :
1. Rasulullah saw, beberapa kali pernah mengancam para pelaku Al-kabair (perbuatan maksiat) dengan ancaman neraka. Seperti orang yang minum minuman keras, pezina, pemakan harta riba, dll. Namun ulama sepakat bahwa mereka tidak sampai dihukumi kafir lantaran perbuatannya tersebut.
2. Rasulullah menyebut mereka “Umatku” berarti mereka masih Muslim.
3. Rasulullah menyebutkan “semuanya di neraka”, beliau tidak menyebutkan “semuanya kekal di neraka”, berarti tidak semua sekte ini kafir yang menyebabkan mereka kekal di neraka.

Iman Ibnu Taimiyyah menyatakan :”…Barang siapa menganggap tujuh puluh dua golongan ini kafir berarti telah menyalahi Al-Kitab, sunnah dan ijma’ para sahabat –radhiallahu ‘anhum- bahkan ijma’ ke empat mazhab serta imam-imam yang lain. Tidak didapatkan diantara mereka yang mengkafirkan tujuh puluh dua golongan ini, justru dari golongan tersebutlah muncul sikap saling mengkafirkan.”
Namun dalam perkembangannya, ada diantara golongan ini yang keluar dari islam atau kafir. Ibnu mubarrak secara tegas menyatakan bahwa Jahmiyyah bukan dari ajaran islam. Mereka telah murtad dan kafir(minhajus sunnah v/241). Begitu juga dengan Rafidhah dan termasuk yang jelas dalam kekafirannya adalah ahlul bid’ah yang ghuluw (ekstrim), seperti Hululiyyah (faham manunggaling kawula gusti), mansyuriyyah (yang menganggap pemimpin mereka, Abu Manshur al-Ajali sebagai Nabi. Firqah ini tidak mengakui adanya syurga dan neraka dan menghalalkan darah orang yang tidak sependapat dengan mereka) dan ahlul bid’ah lainnya yang bersikap ghuluw, baik bersifat individu atau kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: